fungsi-cache

Pengertian Lengkap Cache dan Fungsi Cache

Posted on

Sebagi bagian dalam dasar komputer beserta internet. Cache juga harus kita masukan di dalamnya. Karena hal itu admin akan membagikan pengertian cache dan fungsinya.

Untuk lebih jelaskan mengenai pengertian dari cache beserta fungsinya, dapat membaca artikel dibawah ini secara detailnya.

Pengertian cache

Cache adalah membaca yang berukuran kecil yang mempunyai sifat temporary (sementara). Walaupun ukuran filenya sangat kecil, namun keceptannya sangat tinggi.

Dalam terminologi hardware istilah ini dapat menuruk pada membaca yang berkecepatan tinggi yang menjempati aliran file antara processor dengan memori utama yang bisanya memiliki kecepatan yang lebih rendah.

Penggunaan cache ini ditujukan untuk meminimalisir akan terjadi bottleneck dalam sebuah aliran data antara processor dan RAM.

Sedangkan pada terminologi software istilah ini merujuk pada tempat penyimpanan sementara untuk beberapa file yang sering diakses (biasanya diterapkan dalam network).

Cache pada umumnya terbagi menjadi beberapa jenis, seperti halnya L1, L2 dan L3 cache. Kan sudah ada memori utama, apa kegunaannya? Pertanyaan yang bagus kita lanjut membaca dibawah ini ya.

Fungsi dan kegunaan cache

Cache ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara untuk data maupun intruksi yang diperlukan oleh processor.

Secara gampangnya, cache ini berfungsi sebagai mempercepat akses data pada sebuah komputer karena cache ini menyimpan data atau informasi yang telah diakses oleh suatu buffer. Sehingga dapat meringankan kinerja processor.

Dalam internal proxy cache ini dapat untuk mempercepat sebuah kinerja processor browsing dengan cara menyimpan data yang telah di akses yang berjarak dekat dengan komputer pengakses tersebut.

Apabila selanjutnya ada user yang mengakses data yang sama, maka proxy cache ini akan mengirimkan data tersebut dari cache-nya, bukan dari tempat yang lama diakses.

Dengan menggunakan mekanisme HTTP, data yang diberikan oleh proxy selalu data terbaru. Karena proxy akan mencocokkan data yang berada di cache-nya dengan data yang berada di server luar.

Kecepatan cache memory

Transfer data dari L1 cache ke prosesor terjadi paling cepat jika dibandingkan dengan L2 cache maupun L3 cache (bila ada)

Pengertian Lengkap Cache dan Fungsi Cache

Kecepatannnya dapat mendekati kecepatan register. L1 cache ini dikunci pada kecepatannya yang sama pada processor.

Secara fisik L1 Cache ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. L1 cache adalah lokasi yang pertama untuk diakses oleh prosesor pada saat mencari pasokan data.

Kapasitas simpan datanya paling kecil, antara puluhan sampai dengan ribuan byte tergantung dari processor.

Pada beberapa jenis prosesor pentium yang kapasitasnya 16 KB akan terbagi menjadi dua bagian yakni 8 KB untuk menyimpan intruksi sedangkan untuk 8KB selanjutnya untuk menyimpan data.

Transfer data tercepat yang kedua setelah L1 adalah L2 cache. Prosesor dapat mengambil data dari cache L2 yang telah terintegrasi on-chip lebih cepat daripada cache L2 yang tidak terintegrasi.

Dan kapasitas simpannya lebih besar jika dibandingkan dengan L1 Cache antara ribu biye sampai jutaaan byte ada yang 128 KB, 256 KB, 512 KB, 1 MB, 2 MB, bahkan 8 MB.

Ini juga tergantung jenis prosesornya. Sedangkan untuk kapasitas simpan data untuk L3 lebih besar lagi jika dibangikan dengan yang L1 dan L2 ini bisa ratusan juta byte hingga jutaan mega byte.

Disain Cache pada Sistem Komputer

Pada rancangan prosesor yang modern dengan menggunakan beberapa tingkat pipeline, upaya untuk mengisi penuh seluruh pipeline dengan instruksi dan data perlu dilakukan agar operasi sistem komputer secara keseluruhan efisien.

Perbedaan kecepatan operasi antara prosesor dan memori utama bisa menjadi kendala bagi dicapainya efisiensi kerja sistem komputer.

Bila prosesor bekerja jauh lebih cepat daripada memori utama maka setiap kali prosesor mengambil instruksi atau data, diperlukan waktu tunggu yang cukup lama.

Waktu tunggu tersebut lebih berarti jika digunakan untuk memproses data. Kendala hal ini menyebabkan diperlukannya cache, yaitu memori yang berkapasitas kecil tetapi mempunyai berkecepatan tinggi, yang dipasang di antara prosesor dan memori utama.

Instruksi serta data yang sering sekali diakses oleh prosesor ditempatkan dalam cache sehingga dapat lebih cepat diakses oleh prosesor. Hanya jika data atau instruksi yang diperlukan tidak ada dalam cache barulah prosesor akan mencarinya dalam memori utama

Pengertian Lengkap Cache dan Fungsi Cache

Cache pada umumnya menggunakan memori statik yang lebih mahal harganya, sedangkan untuk memori utama menggunakan memori dinamik yang jauh lebih murah.

Sistem komputer akan bekerja sangat cepat apabila seluruh sistem memori utamanya menggunakan memori statik, tetapi akibatnya harga sistem komputer akan menjadi sangat mahal.

Selain itu juga, dikarena hamburan panas pada memori statik itu lebih besar, maka sistem komputer yang menggunakan oleh memori statik ini akan menghasilkan panas yang berlebihan.

Hirarki Sistem Memori

Pada system komputer terdapat beberapa jenis memory, yang bedasarkan kecepatan serta posisi relatifnya terdapat prosesor dapat disusun secara hirarkis.

Puncak hirarki sistem “memori” komputer adalah register yang berada dalam chip prosesor dan merupakan bagian integral dari prosesor itu sendiri.

Isi register-register itu bisa dibaca dan ditulisi dalam satu siklus detak. Level hirarki berikutnya adalah memori cache internal (on-chip).

Kapasitas cache internal yang sering disebut sebagai cache level pertama ini umumnya hanya mempunyai sekitar 8 KB. Dan waktu yang diperlukan untuk mengakses data atau instruksi tersebut dalam cache internal ini sedikit lebih lama dibanding register, yaitu beberapa siklus detak.

Prosesor mutakhir yang dilengkapi dengan cache level kedua yang kapasitasnya lebih besar yang ditempatkan di luar chip. Prosesor P6 (Pentium Pro), misalnya saja, cache level pertamanya yang berkapasitas 8KB untuk data dan 8 KB untuk instruksi.

Cache level keduanya berkapasitas 256 KB yang merupakan keping terpisah namun dikemas menjadi satu dengan prosesornya. Selama program dieksekusi system komputer akan secara terus menuruk akan memindah-mindahkan data dan intruksi ke berbagai tinggi dalam hirarki system memori.

Data dipindahkan menuju puncak hirarki jika diakses oleh prosesor dan dikembalikan lagi ke hirarki yang lebih rendah jika tidak diperlukan lagi.

Data tersebut ditransfer dalam satuan-satuan yang disebut dengan blok, satu blok dalam cache tersebut satu baris. Pada umumnya, data yang berada pada suatu level hirarki merupakan bagian dari data yang disimpan pada level dibawahnya.

Program komputer yang pada umumnya tidak mengakses memori secara acak. Besar kecenderungannya bahwa bila program mengakses suatu word maka dalam waktu yang cukup dekat word tersebut akan diakses lagi.

Hal ini dikenal sebagai prinsip lokalitas temporal, juga besar kecenderungannya bahwa dalam waktu yang dekat word berada di dekat word baru diakses akan diakses juga.

Yang terakhir ini dikenal dengan prinsip lokalitas spatial. Dikarenakan dengan sifat lokalitas temporal maka harus diperlihatkan word yang telah ada dalam cache.

Dan karena sifat lokalitas spatial tersebut maka perlu diperhatikan kemungkinan memindahkan beberapa word yang berdekatan sekaligus.

Akhir kata, itulah ulasan yang dapat admin sajikan untuk Anda mengenai pengertian cache dan fungsinya. Demikianlah semuga artikel ini dapat bermamfaat untuk Anda dan terima kasih.

Gravatar Image
Ngeblog untuk para kesatria Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *